Membangun Disiplin Anak

Disiplin bukan hanya perkara tepat waktu namun juga pembentukan kepribadian anak. Perlu ketegasan dari orang tua untuk mengajari anak disiplin. Bagamana bisa mengajari anak disiplin jika orang tuanya juga tidak memberi contoh. Orang tua harus bisa mengontrol anaknya sendiri. Mengontrol bukan berarti membatasi kreativitas anak atau memaksanya melakukan segala sesuatu yang diinginkan orang tua, melainkan membangun perilaku anak agar tetap berada di jalur yang benar. Sehingga ketika ia dewasa nanti, pribadi mandiri dan disiplin sudah tertanam. Termasuk salah satunya membiasakan anak untuk mengucapkan “tolong” dan terima kasih. Kebiasaan positif seperti ini adalah awal pembentukan kedisiplinan anak.

Ketegasan jelas diperlukan, namun bukan berarti seperti seorang komandan memberi perintah kepada anak buahya. Sebaiknya, orang tua memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana berperilaku seperti yang diharapkan orang tua kepada anak. Ajarkan juga langkah-langkah yang diperlukan agar tujuan orang tua tercapai. Misalnya, saat membersihkan kamarnya, tunjukkan langkah apa yang harus dilakukan saat merapikan kamarnya dan dampingi si kecil hingga dapat melakukannya sendiri.

Ucapkan perilaku spesifik yang ingin diterapkan dan hindarkan kata-kata yang bersifat abstrak. Juga  hindari mengingatkan anak pada kesalahan yang dilakukan sebelumnya. Hal ini dapat menurunkan motivasi anak. Sebaliknya, kuatkan motivasi dengan melanjutkan pemberian penghargaan berupa pujian atau belaian dengan memberikan kalimat positif yang dibutuhkan anak. Misal ketika si kecil membereskan mainan-mainannya berikan pujian, “hebat jagoan mama bisa merapikan mainan-mainannya sendiri”

Orang tua juga harus konsinten dengan apa yang pernah diajarkannya. Apabila hari ini anak diajarkan membereskan mainannya, maka esoknya jangan biarkan si kecil bermain tanpa membereskannya, sehingga banyak mainan anak yang berserakan di mana-mana. Namun, jika orang tua salah, jangan sungkan untuk meminta maaf kepada anak. Tidak sulit, namun jelas butuh kesabaran ekstra. Tapi kedisiplinan jelas merupakan kunci suksesnya di masa depan.

Disiplin bukan hanya perkara tepat waktu namun juga pembentukan kepribadian anak. Perlu ketegasan dari orang tua untuk mengajari anak disiplin. Bagamana bisa mengajari anak disiplin jika orang tuanya juga tidak memberi contoh. Orang tua harus bisa mengontrol anaknya sendiri. Mengontrol bukan berarti membatasi kreativitas anak atau memaksanya melakukan segala sesuatu yang diinginkan orang tua, melainkan membangun perilaku anak agar tetap berada di jalur yang benar. Sehingga ketika ia dewasa nanti, pribadi mandiri dan disiplin sudah tertanam. Termasuk salah satunya membiasakan anak untuk mengucapkan “tolong” dan terima kasih. Kebiasaan positif seperti ini adalah awal pembentukan kedisiplinan anak.

Ketegasan jelas diperlukan, namun bukan berarti seperti seorang komandan memberi perintah kepada anak buahya. Sebaiknya, orang tua memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana berperilaku seperti yang diharapkan orang tua kepada anak. Ajarkan juga langkah-langkah yang diperlukan agar tujuan orang tua tercapai. Misalnya, saat membersihkan kamarnya, tunjukkan langkah apa yang harus dilakukan saat merapikan kamarnya dan dampingi si kecil hingga dapat melakukannya sendiri.

Ucapkan perilaku spesifik yang ingin diterapkan dan hindarkan kata-kata yang bersifat abstrak. Juga  hindari mengingatkan anak pada kesalahan yang dilakukan

Disiplin bukan hanya perkara tepat waktu namun juga pembentukan kepribadian anak. Perlu ketegasan dari orang tua untuk mengajari anak disiplin. Bagamana bisa mengajari anak disiplin jika orang tuanya juga tidak memberi contoh. Orang tua harus bisa mengontrol anaknya sendiri. Mengontrol bukan berarti membatasi kreativitas anak atau memaksanya melakukan segala sesuatu yang diinginkan orang tua, melainkan membangun perilaku anak agar tetap berada di jalur yang benar. Sehingga ketika ia dewasa nanti, pribadi mandiri dan disiplin sudah tertanam. Termasuk salah satunya membiasakan anak untuk mengucapkan “tolong” dan terima kasih. Kebiasaan positif seperti ini adalah awal pembentukan kedisiplinan anak.

Ketegasan jelas diperlukan, namun bukan berarti seperti seorang komandan memberi perintah kepada anak buahya. Sebaiknya, orang tua memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana berperilaku seperti yang diharapkan orang tua kepada anak. Ajarkan juga langkah-langkah yang diperlukan agar tujuan orang tua tercapai. Misalnya, saat membersihkan kamarnya, tunjukkan langkah apa yang harus dilakukan saat merapikan kamarnya dan dampingi si kecil hingga dapat melakukannya sendiri.

Ucapkan perilaku spesifik yang ingin diterapkan dan hindarkan kata-kata yang bersifat abstrak. Juga  hindari mengingatkan anak pada kesalahan yang dilakukan sebelumnya. Hal ini dapat menurunkan motivasi anak. Sebaliknya, kuatkan motivasi dengan melanjutkan pemberian penghargaan berupa pujian atau belaian dengan memberikan kalimat positif yang dibutuhkan anak. Misal ketika si kecil membereskan mainan-mainannya berikan pujian, “hebat jagoan mama bisa merapikan mainan-mainannya sendiri”

Orang tua juga harus konsinten dengan apa yang pernah diajarkannya. Apabila hari ini anak diajarkan membereskan mainannya, maka esoknya jangan biarkan si kecil bermain tanpa membereskannya, sehingga banyak mainan anak yang berserakan di mana-mana. Namun, jika orang tua salah, jangan sungkan untuk meminta maaf kepada anak. Tidak sulit, namun jelas butuh kesabaran ekstra. Tapi kedisiplinan jelas merupakan kunci suksesnya di masa depan.

sebelumnya. Hal ini dapat menurunkan motivasi anak. Sebaliknya, kuatkan motivasi dengan melanjutkan pemberian penghargaan berupa pujian atau belaian dengan memberikan kalimat positif yang dibutuhkan anak. Misal ketika si kecil membereskan mainan-mainannya berikan pujian, “hebat jagoan mama bisa merapikan mainan-mainannya sendiri”

Orang tua juga harus konsinten dengan apa yang pernah diajarkannya. Apabila hari ini anak diajarkan membereskan mainannya, maka esoknya jangan biarkan si kecil bermain tanpa membereskannya, sehingga banyak mainan anak yang berserakan di mana-mana. Namun, jika orang tua salah, jangan sungkan untuk meminta maaf kepada anak. Tidak sulit, namun jelas butuh kesabaran ekstra. Tapi kedisiplinan jelas merupakan kunci suksesnya di masa depan.

Be Sociable, Share!