Kemampuan untuk Mengenal Warna

Kemampuan mengenali warna dan bentuk tentu tidak didapat secara instan. Sebuah proses yang tidak sebentar bagi anak untuk mengenali berbagai macam warna dan bentuk yang ada. Mengenalkan anak pada bentuk dan warna bisa mengembangkan kecerdasan, bukan hanya mengasah kemampuan mengingat, tapi juga imajinatif dan artistik, pemahaman ruang, keterampilan kognitif, serta pola berpikir kreatif. Di usia batita, anak memang harus dikenalkan pada bentuk dan warna yang menekankan pada auditory, visual dan memory, pengenalan ketiga hal tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan intelektual anak.

Namun dalam memperkenalkan warna pada bayi, hendaknya warna primer atau dasar dulu, yaitu merah, biru, dan kuning. Pengenalannya pun satu per satu, baru kemudian kombinasi dua warna, dan seterusnya kombinasi tiga warna. Selanjutnya, proses pengenalan kembali atau recognizing mengenai warna akan didapat anak melalui interaksi sosial. Dalam hal ini orang tua harus lebih telaten, hasilnya akan tampak kala anak usia 1-2 tahun. Misalnya ketika diminta mengambilkan/menunjukkan sebuah benda berwarna merah, si kecil bisa melakukannya dengan benar. Meski saat itu anak pasti belum mengerti apa bentuk benda yang dipegangnya, biarkan si kecil meraba-raba bantal dan gulingnya, kerincingan, dan mainan anak lain yang berbentuk boneka atau binatang lucu. Pengenalan sederhana inilah yang kelak akan menuntunnya untuk mengenal aneka bentuk benda.

Si kecil tidak akan bisa membedakan mana segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, atau setengah lingkaran, dan sebagainya kalau sebelumnya tidak pernah mengenal bentuk-bentuk tersebut. Sehingga memang harus distimulasi karena kemampuan itu enggak datang tiba-tiba dengan sendirinya. Sejak usia bayi, anak sudah bisa diperkenalkan pada bentuk dan warna. Orang tua pun tidak perlu bingung untuk menentukan bentuk apa yang perlu diperkenalkan dan mana yang harus diprioritaskan. Tidak cuma terbatas pada bentuk yang beraturan seperti segi tiga, segi empat, dan seterusnya, tapi semua bentuk yang ada.

Pengenalan warna erat kaitannya dengan pengasahan kemampuan imajinatif dan artistik anak. Dalam bahasa lain, lebih mengasah bakat dan kemampuan di bidang seni. Dan salah satu faktor pembangun imajinasi dan kreativitas adalah aspek warna. Anak yang memperoleh stimulasi mengenai tata warna, tentu akan dengan cepat memadukan warna yang serasi antara benda yang satu dengan benda lainnya hingga betul-betul enak dilihat. Selain mengasah bakat dan kemampuan di bidang seni, pengenalan warna juga berkaitan erat dengan pola berpikir alternatif.

Be Sociable, Share!